Kapok Bangkrut? Rencanakan Kembali Keuanganmu

647f7e76-339e-4a7d-9227-cf7fc5895149

Bangkrut!

Satu kata yang menakutkan bagi semua orang. Amit-amit semoga tidak ada orang yang mengalaminya selain saya. Loh, saya? Iya, saya mengalaminya dulu beberapa tahun lalu.

Ajakan menabung sedari kecil memang bukan hanya sekadar ajakan sambil lalu dan becandaan. Begitu juga dengan nasehat orangtua agar tidak boros dengan uang. Pasca ‘bangkrut’ dalam finansial pribadi beberapa tahun yang lalu, saya baru menyadari betapa borosnya saya dengan uang dan betapa pentingnya harus menyimpan uang.

Mengingat pengalaman diri sendiri beberapa tahun lalu kadang terbersit penyesalan yang mendalam. Di usia yang sudah tidak muda lagi ini saya masih kesulitan finansial. Belum merdeka dari urusan finansial yang seharusnya sudah bisa dilakukan sejak bertahun lalu.

Di tahun-tahun pertama bekerja adalah tahun di mana saya menjadi manusia paling konsumtif di sepanjang usia saya. Lulus kuliah langsung bekerja, pekerjaan pun langsung tetap tanpa adanya kontrak-kontrak seperti yang sekarang banyak diterapkan perusahaan, gaji bulanan yang lumayan besar untuk pemula, keperluan dan tempat tinggal yang masih menumpang di rumah orangtua. Semua kenyamanan itu membuat saya terlena dan mabuk dalam rasa percaya diri yang tinggi. Apalagi pada saat itu saya pun memiliki beberapa kartu kredit dari berbagai macam bank dengan limit mulai dari 5juta. Jika saya punya 5 kartu kredit, maka saya punya uang 25 juta yang bisa saya pakai kapan saja.

Saya makhluk paling hedonis pada saat itu. Saya habiskan uang gaji saya untuk memuaskan nafsu ingin ini ingin itu yang tak terkendali. Dari mulai urusan makan di resto A, resto B, beli baju yang kadang tidak perlu, memborong buku yang bahkan sampai saat ini belum pernah saya baca, nonton, jalan-jalan. Traktir teman-teman, gesek sana gesek sini. Begitu terus siklus tiap bulannya.

Titik balik yang menyadarkan saya bahwa saya bangkrut adalah ketika hutang-hutang kartu kredit itu mulai menggunung sedangkan saya bahkan tidak punya simpanan sedikit pun. Jangankan simpanan, uang tunai pun tidak banyak yang saya pegang. Hampir dua tahun saya menyelesaikan pelunasan hutang-hutang tersebut dan memutuskan untuk tidak lagi memiliki kartu kredit. Untung saja orangtua saya selalu mendukung dan membantu saat saya kesulitan.

Dikejar-kejar Debt Collector itu Nightmare…

Apakah saya sekarang sudah merdeka secara finansial?

Apakah saya sekarang sudah bisa hura-hura?

Jawabnya belum.

Saya merasakan lega luar biasa dan hilang semua beban hanya dalam waktu satu tahun, lalu cobaan datang kembali. Perusahaan tempat saya bekerja goyang, gajian mulai tidak tepat waktu hingga kemudian ada desas desus semua karyawan akan dirumahkan. Empat bulan sebelum akhirnya perusahaan ditutup, saya resign dan mendapatkan pekerjaan baru. Meski dengan gaji jauh di bawah tempat yang lama, tapi saya survive. Meski tanpa fasilitas dan tunjangan-tunjangan yang diberikan tapi saya tetap semangat. Niat saya cuma satu ; saya mau merdeka!

Kejadian kedua kali ini membuat saya kembali berpikir pentingnya merencanakan keuangan sejak dini, selagi muda. Bagi diri saya sendiri tidak ada kata terlambat untuk merencanakan keuangan saat ini, karena nantinya bukan hanya untuk saya tetapi untuk keluarga kecil saya kelak. Saya harus memikirkan apa yang bisa saya lakukan untuk masa depan anak saya nanti. Merencanakan semuanya mulai dari kehamilan, kelahiran, kebutuhan sekolahnya, kesehatannya, kebutuhan kuliahnya hingga seterusnya.

Alhamdulillah sebulan yang lalu seorang teman mengajak saya mengikuti workshop tentang bagaimana merencanakan keuangan bersama Sinarmas MSIG Life dengan tajuk “Yuk, Atur Uangmu” di Menara Multimedia Jakarta.

20161015_093059-01-1

Di acara itu banyak hal yang membuka mata dan pikiran saya tentang bagaimana mengatur dan merencanakan uang yang saya miliki. Ternyata ya saya itu enggak melek dunia keuangan padahal dulu saya kuliah di bidang akuntansi. Ya, saya gagap keuangan.

Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang

Pepatah mengatakan seperti di atas, maksudnya jangan menyimpan seluruh uang kita dalam satu tempat. Kalau ada emergency, bisa-bisa semua uang kita habis dalam satu waktu.

Ada 3 Hal yang harus kamu dan saya lakukan sebagai bagian dalam perencanaan keuangan sebelum benar-benar terlambat. Apa itu? Ini saya buatkan skemanya :

  1. Tabungan

Seperti di awal saya ceritakan bahwa seharusnya kita semua mampu alih-alih wajib menyimpan uang dalam bentuk tabungan sejak usia dini.

Tabungan seperti apa? Tabungan seperti apa saja. Bisa tabungan di bank dengan berbagai produknya. Bisa tabungan di sekolah. Bisa juga disimpan rumah dalam celengan. Intinya sama saja, kita memisahkan uang untuk disimpan. Tidak harus dalam jumlah banyak, mulai dalam nominal kecil pun boleh.

Dan satu hal yang harus diingat sebelum menabung adalah TUJUAN. Iya, apa tujuan kita saat menabung? Ada 3 tujuan utama dalam menabung ; Transaksional, Emergency, atau Kebutuhan Jangka Pendek. Karena banyaknya produk tabungan dari berbagai bank, maka sesuaikanlah dengan tujuan tadi.

  1. Investasi

Apa maksudnya investasi? Investasi adalah menyimpan sebagian uang yang kita miliki ke dalam bentuk barang. Untuk perempuan biasanya berinvestasi dalam bentuk perhiasan. Jangan dulu menilai seorang perempuan yang menggunakan banyak perhiasan dengan kata ‘pamer’. Hal positif dan bisa kita tiru adalah ia sedang mengajarkan kita untuk memiliki investasi dalam bentuk perhiasan meski terlihat berlebihan.

Investasi juga bisa dalam bentuk yang tidak bergerak seperti rumah, ruko, apartemen atau tanah. Adalagi investasi dalam bentuk lain yang tidak terlihat seperti saham.

  1. Asuransi

Yang terakhir asuransi. Banyak produk asuransi yang ditawarkan dengan embel-embel keuntungan yang menggiurkan. Sah saja jika kita akhirnya memilih yang memiliki banyak keuntungan, yang terpenting adalah bagaimana kita cermat dan pintar dalam memilih asuransi apa yang tepat untuk masa depan diri sendiri. Tetapi sebaiknya kita bisa memilih perusahaan asuransi yang terpercaya dan sudah memiliki kredibilitas yang tinggi.

Malam setelah ikut workshop itu, saya sengaja membuka web www.sinarmasmsiglife.co.id untuk mencari tahu informasi tentang asuransi. Dan tahu enggak sih, setelah blusukan di webnya saya excited banget dengan produk asuransi yang super lengkap yang ada di sini.

Salah satunya adalah di bagian SOLUSI PRODUK TAHAPAN KEHIDUPAN. Kita bisa dilihat asuransinya benar-benar terencana, mulai dari lajang sampai pensiun.

solusi
Source : Web Sinarmas MSIG Life

Nah, karena awal tahun ini saya akan menikah sepertinya boleh juga lirik-lirik asuransi Sinar Mas di tahap BARU MENIKAH deh. Buat kamu yang masih muda belia pleaseeee… pikirkan sejak dini bagaimana mengatur uang agar tidak habis sia-sia. Kamu bisa tabung di bank atau celengan. Kamu bisa investasikan ke perhiasan, tanah, kendaraan atau rumah. Atau kamu bisa beli produk asuransi sesuai yang kamu butuhkan untuk masa depanmu nanti.

untitled
Pengin bahagia kaya gini 🙂

Memang tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu tetapi alangkah baiknya jika semua dilakukan sejak dini.

Nggak mau bangkrut (lagi)? Yuk, Atur Uangmu!

webanner-blogger-new-corp-web

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba
Blog Writing Competition Sinarmas MSIG Life : “Yuk, Atur Uangmu!

Advertisements

Si Oranye Imut Creme 21

Bekasi mataharinya sepuluh!

APAAA? 

Kok bisa??

Bisalah. Kan Bekasi beda planet sama Indonesia.

Hihi. Jangan serius-serius amat lah baca bagian yang atas. Nggak kok, Bekasi masih satu planet sama Indonesia bahkan sama Korea Selatan di mana belahan hati Oppa Jang Hyuk berada.

Nah, tapi untuk bagian Bekasi punya sepuluh matahari itu bener juga. Loh, kok bisa? Iyaa… karena ada lebih dari sepuluh Mall yang berdekatan yang di dalamnya ada Matahari ( Dept. Store-nya ). 

Garing yes? 

Krik-krik-krik.

Oke, oke ini sekarang serius. Jadi karena udara/cuaca di Bekasi terlalu panas, jadi sering ada jokes kalau di Bekasi itu mataharinya ada sepuluh. Jokes segmented buat anak-anak bekasi. 

Serius gals, Bekasi itu memang panas banget. Hot. Berdiri sebentar buat nunggu angkutan umum di depan Bekasi Cyber Park sambil menyeruput Ice Coffe Jelly Float dari McD aja masih bisa meleleh kepanasan. Kulit muka, telapak tangan, telapak kaki rasanya kebakar. Alhasil lama sedikit aja, kulit bisa hitam trus jadi belang-belang. Malesin banget kan? Tapi ya bagaimana lagi dong, di jam 9 – 10 pagi itu pas memang masih di luar kantor alias masih di jalan menuju kantor.

Suatu hari pas lagi ngobrol sama Mama, ditanya kenapa itu kulit kering banget kaya sisik ular yang lagi mau ganti kulit. Shock. Kaget. Sampai meyakinkan si Mama itu pertanyaannya beneran atau cuma ngeledek. Ternyata beneran gals, itu pun setelah mencoba menggaruk kulit yang kering itu. Duh, gawat ini. Sudah mah nggak (hacih!) muda lagi, eh masa ditambah dengan kulit kering kerontang kaya kurang nutrisi.

Habis sesi ngobrol itu si mama sebagai mama yang perhatian nyodorin macam-macam lotion, handbody, dan krim-krim lainnya. Di antara beberapa krim/lotion, ada satu yang menarik perhatian karena saya nggak suka warnanya yang ngejreng dan eye catching banget. Oranye.

Saya ambil benda berwarna oranye itu. Bentuknya bulat, kecil, imut. Setelah dijelasin sama mama itu benda apaan, saya bukalah tutupnya dan jreeeengg… wanginya enak banget! Segaaar bangeeet! 

Sesaat saya kaya terhipnotis sama wanginya trus memutuskan akan memakai benda yang saya nggak suka karena warnanya oranye di dalamnya adalah krim warna putih yang nggak lengket itu. Trus tapinya sedih, karena si benda yang bernama Creme 21 itu cuma ada sedikit aja sisa si mama pas berangkat Umroh.

Saya yang sudah kadung suka akhirnya mencari tahu sebenarnya Creme 21 ini apa. Jadi menurut hasil yang saya cari tahu, Creme 21 adalah krim bertekstur ringan  dan lembut yang dapat digunakan untuk semua jenis kulit. Campuran dari bahan aktif D-Pathenol (Pro-Vitamin B5) bertanggung jawab untuk melembabkan secara intens, dan Vitamin E yang dapat mencegah tanda-tanda penuaan dini. Selain itu, bahan-bahan alami seperti minyak almond dapat memelihara dan melindungi kulit kita. 

Cream 21 ini tidak hanya baik untuk wajah tapi dapat digunakan pula untuk tubuh sebagai perawatan kulit sehari-hari, tetapi juga dapat digunakan sebagai pelindung kulit terhadap dingin atau bahkan sebagai pelindung dari sinar matahari. Pas banget kan buat saya yang setiap hari selalu terpapar matahari kurang lebih 3 jam. 

Oiya, memang saya sudah jodoh ya sama si Creme 21. Lagi sibuk cari-cari di online shop eh nyangkut di Instagram punya teman sendiri @Unidzalika dan kebetulan memang jualan macam-macam krim dan kosmetik lainnya : @Foreveryounglady_

Chit chat sama Unidzalika, ngobrol panjang lebar dan mengutarakan kalau saya lagi nyari krim warna oranye untuk melindungi kulit saya yang terbakar api cemburu matahari. Dan taraaaa… nggak sampai 2 hari ternyata Unidzalika mengirimkan saya Creme 21 gratisan! Ish, saya terharuuu. *Peluk Uni*

Sekarang, setelah dua bulan Creme 21 masih ada aja padahal saya pakai setiap hari. Awet sih, mungkin karena formula air di dalamnya jadi pakai sedikit aja sudah cukup. Dan yang pasti bikin favorit adalah karena krimnya sama sekali nggak lengket. Dipakai sebelum tidur pun nggak akan terganggu sama lengketnya. Apalagi wanginya yang segar menenangkan itu. Juara!

Ini saya sama si krim juara 😛

Buat yang penasaran ada apa saja di dalam kandungan Creme 21, ini ada informasinya. Kamu bisa cari tahu sendiri ya detailnya.

Komposisi Creme 21 :

Aqua, Paraffinum Liquidum, Polyglyceryl-2 Dipolyhydroxystearate, Zinc Stearate, Glycerin, Isopropyl palmitate, Sucrose Distearate, Petrolatum, Magnesium Sulfate, Panthhenol, Glyceryl Oleate, Hydrogenated Palm Glycerides Citrate, Tocopherol, Citric Acid, Phenoxyethanol, Methylparaben, Ethylparaben, Butylparaben, Propylparaben, Parfum

Kalau kamu yang kebetulan lagi cari-cari krim apa yang cocok buat melindungi kamu dari sinar matahari yang lagi lucu-lucunya itu, kamu bisa dapatin Creme 21 ini di sini : 

Instagram @ ForeverYoungLady_

LINE : @apt8532v

Harga Rp35.000

Murah meriah banget kan? 

Selain Creme 21, di sana masih banyak produk lainnya loh. Coba diintip aja dulu deh.. 😀

Panti Asuhan

child-817368
Sumber foto

Ini adalah kali kedua aku mengajak Sarah untuk mengenalkannya pada Bu Aisyah pemilik Panti Asuhan sebelum pernikahan kami.

Kami menunggu di ruangan kerjanya setelah sempat berkeliling melihat anak asuhan di sana.

“Aku tidak sabar bertemu orang yang selalu kamu puji di setiap ceritamu.”
Sarah menggenggam jemariku, aku menoleh dan tersenyum padanya.

“Kamu akan melihat seperti apa baiknya beliau, Sayang.”

Pintu terbuka disusul masuk wanita berparas ayu yang kupanggil Bu Aisyah. Senyum menghias wajahnya saat melihat kami berdua.

“Ini pasti Sarah.” Ia memeluk erat Sarah.

“Tito, Ibu ada hadiah kecil untukmu. Ibu menemukannya kemarin ketika sedang membersihkan gudang.”

Bu Aisyah menyodorkan sebuah foto anak lelaki dan perempuan berusia 8 dan 5 tahun. Aku mengingatnya sebagai aku dan adikku. Satu-satu kenangan berkelebat di kepala teringat kenangan masa kecilku.

“Ini foto milik siapa, Bu? Mengapa ada saya di dalam foto itu?” Tanya Sarah memecah ingatan dan keheningan.

========

#EstafetFF

Topik : PANTI ASUHAN

Perempuan dalam Pasungan

image

Pada satu malam, perempuan paraji itu tergopoh dan jatuh duduk di bawah tempat tidur papan miliknya yang ada aku di atasnya. Katanya bayi merahku hilang entah ke mana. Aku berteriak sekencangnya dan tangisanku pecah di sepertiga malam. Paraji tua itu menangis penuh ketakutan. Memeluk kakiku yang gemetar penuh tetesan darah saat mencari ke semua pojok gubuknya. Bayiku hilang. Benar tak ada. Dan aku gila setelahnya. Begitu suamiku bilang.

Dua puluh lima tahun bayi kecilku menghilang. Yang terkenang hanya suara tangis sesaat setelah ia dilahirkan dan tanda hitam di keningnya. Paraji tua yang membantuku mati lima tahun setelah kejadian itu. Dan suamiku kembali lagi ke istri tuanya yang mandul.

Hari ini ada perempuan muda dari kota ingin menemuiku. Pamanku bilang aku tak layak ditemui. Otakku sudah cacat, bauku pun menyengat. Begitu katanya.

Menjelang magrib perempuan muda itu datang lagi. Tidak lewat pintu depan, tapi menyusuri kandang di belakang rumah. Melalui celah papan kami bertatapan. Dia mengaku relawan sosial yang akan membantuku bebas dari pasungan. Aku menjerit kencang ketika kulihat ada tanda hitam di keningnya yang berkilau. Kuhentak-hentakan kaki yang berantai dan kupukul-pukul papan dengan tanganku yang lepas.

Pamanku tergopoh datang lalu menyumpal mulutku dengan kain hitam sambil mengunci pergelangan tanganku dengan rantai. Aku meronta sekuatnya.

Tak jauh dari pintu gudang kulihat perempuan muda tadi memohon pada paman dan seorang lelaki yang dipanggilnya ayah agar aku dibebaskan. Lelaki itu menolak dan mendekat ke arahku. Kulihat wajahnya yang menatapku penuh sesal. Wajah suamiku yang tak pernah kulupa. Aku berteriak tanpa suara dengan mulut tersumpal.

======================
1. FF ini diikutkan untuk Pesta Online Kedua MFF
2. 251 kata tidak termasuk judul dan keterangan
3. Tema : Dua/Kedua

Posted from WordPress for Android

Hai, Selamat Ulang Tahun!

image

MFF? Apaan tuh, Cha? Male Female Female? Loh, threesome? (eh, gimana?)

Hahaha. Iya itu pertanyaan yang saya ajukan di tahun 2013 kepada Masya Ruhulessin. Mungkin Cha pun lupa kalau saya pernah bertanya hal ini.

Ya, sekitar tahun 2013an saya mulai mengenal Masya Ruhulessin karena kami terlibat proyek antologi kolaborasi menulis cerpen yang kemudian menyatukan kami di sebuah judul buku dan juga grup penulis kolaborasi ‘Lovaboration’. Saling follow blog, saya mulai rajin blogwalking. Mengenal banyak penulis dan blogger, menjadi silent reader, mencuri ilmu tulis menulis, lalu terdampar pada postingan sebuah flashfiction milik Masya. Di sana selalu tertulis ‘Prompt blabla’ dan menautkan link ke sebuah blog Monday FlashFiction. Lalu saya ajukan pertanyaan seperti di atas tadi. Atas petunjuk Masya akhirnya saya cari tahu dan mengamati diam-diam grup ini.

Setelah beberapa bulan saya hanya mengamati grup MFF ini, ada rasa ingin bergabung yang besar. Tapi sayang, grup ini hanya aktif di facebook di mana saya tak memiliki akunnya. Lalu saya lupakan keinginan itu namun saya follow akun twitter foundernya Mbak Carra. Pucuk cinta ulam pun tiba, kayak udah jodoh Mbak Carra memfollow balik saya. Saya yang fakir follower dan merasa bukan apa-apa ini tentunya senang luar biasa. Dalam hati saya berkata “Baik bangeeeet.” hahaha lebay ya? Biarin. 😛

Hari berlanjut menjadi bulan, di grup MFF ternyata sedang ada prompt berhadiah tapi khusus member, non member hanya bisa ikutan prompt tapi tidak diikutkan untuk dinilai. Saya yang ‘ngincer’ hadiahnya merasa sedih. Ya, maklum soalnya saya belum jadi member.

Hari berganti lagi, rasa ingin bergabung mengalahkan prinsip saya yang tidak akan pernah membuat akun facebook. Tanpa pikir panjang lagi saya langsung membuat akun facebook dan menuju grup MFF untuk bergabung. Hari itu juga permohonan bergabung saya langsung diapprove oleh Mbak Carra. Wah, cepat sekali. Pada bagian inilah saya baru tahu setelah beberapa bulan kemudian kalau saya tidak melewati sesi wawancara via inbox. Yaaa, padahal saya kan pengin diwawancara. Haha.

Yang ingin saya sampaikan kepada grup Monday FlashFiction dan foundernya Mbak Carra adalah, kalian itu spesial pakai banget sampai bisa membuat saya goyah. Bertahun-tahun saya kukuh tak ingin memiliki akun facebook sampai saya bertemu kalian berdua di tahun 2013. Iya, saya membuat akun itu semata hanya untuk bisa bergabung dalam grup ini. Nama yang saya gunakan pun nama samaran. Teman yang ada sekarang ini pun sebagian besar dari grup MFF, sebagian lainnya adalah #kruBFG, dan sisanya adalah toko buku online. Bahkan keluarga atau pun orang-orang terdekat pun tidak saya tambahkan dalam daftar pertemanan saya. Ekslusif hanya untuk grup Monday FlashFiction.

Sekeren itulah grup ini bersama founder dan membernya. Ah, tak terasa ternyata sudah setahun lebih saya bergabung di grup ini. Usianya pun sudah menginjak dua tahun di bulan ini. Ibarat bayi, usia ini lagi lucu-lucunya. Lagi banyak perkembangan. Lagi mulai bisa ini itu. Begitu pun MFF, perkembangannya pesat sekali. Saat ini saja sedang berlangsung perhelatan MFF Idol 2. Keren banget!

Selamat ulang tahun grup Monday FlashFiction kesayangannya aku. Semoga dirimu bersama membernya terus tumbuh besar dan semakin gemilang. Menelurkan penulis-penulis handal yang kuat dan terlatih menerima gempuran kritikan dari siapa saja. Tetap belajar dan menjadi hebat bersama.

Love,

Member yang hampir tidak pernah ikutan prompt…

Pesta Online Kedua MFF
Posted from WordPress for Android

Kuis #1TahunBFG (3 – 9 Januari 2014)

#1TahunBFG Kuiiis!

bookaholicfund

Anyway… Happy new year, Bookworms!

Nggak kerasa udah masuk pergantian tahun lagi. Jadi mau sedikit flashback…

Setahun yang lalu, tepatnya tanggal 16 Januari 2014, BookaholicFund Group (BFG) resmi dibentuk. Dibentuknya BFG pada dasarnya adalah sebagai gerakan beramal dengan buku lewat media sosial. Makanya, tagline yang diusung adalah “Buku untuk Kemanusian“.

Dalam rangka menyambut hari jadi BFG untuk tahun pertamanya, ada beberapa rangkaian kegiatan yang diadakan. Salah satunya adalah kuis berantai. Kenapa disebut berantai? Karena kuis kali ini akan digelar serentak setiap hari sepanjang tanggal 3 – 9 Januari 2015, di akun Twitter pribadi beberapa #KruBFG.

Nah, sekarang catat #KruBFG mana saja yang akan menjadi host kuis, sekaligus jadwalnya!

3 Januari : @ridoarbain | @poetrazaman

4 Januari : @Kopilovie | @I_am_BOA

5 Januari : @siputriwidi | @sulunglahitani

6 Januari : @RedCarra | @ManDewi

7 Januari : @indtari | @aa_muizz

8 Januari : @unidzalika | @danissyamra

9 Januari : @cappucinored | @momo_DM

Kuis serentak akan dimulai pukul 09.00 sampai pukul…

View original post 102 more words

#1TahunBFG Bookaholic Fund

image
by @jungjawa

Hampir satu tahun saya bergabung dalam grup kemanusiaan ini. Namanya BOOKAHOLIC FUND. Lahir pada tanggal 16 Januari 2014. Diawali karena kegelisahan kami teman-teman penggiat baca dan tulis terhadap bencana alam banjir yang saat itu menimpa saudara kita di Manado. Lalu, Anastasye Natanel yang biasa kami panggil mamih mengajak kami untuk melakukan sesuatu sebagai bentuk dukungan bagi mereka. Bermacam usul dan ide pun diluncurkan, semua usulan berkaitan dengan hobi dan kegiatan kami di bidang baca dan tulis menulis.

Buku.
Apa yang bisa kami lakukan dengan buku-buku koleksi kami?

Tulisan.
Apa yang bisa kami lakukan dengan tulisan kami?

Menjual dan atau melelang buku yang hasilnya akan didonasikan kepada korban banjir di Manado itulah yang kami lakukan pertama kali.
Mengadakan lomba menulis dan mengumpulkan tulisan pemenang menjadi satu buah buku lalu menjualnya pun adalah salah satu cara kami mengumpulkan donasi.

Tak terasa BOOKAHOLIC FUND akan menginjak usia 1 tahun. Tak mudah membuat kami tetap solid tanpa selisih paham. Namun mengingat tujuan awal mengapa kami bergabung adalah untuk membantu sesama, maka semua ego kami tanggalkan. Dan, inilah kami yang terus mencoba melakukan sesuatu untuk membantu sesama atas nama kemanusiaan.

Terima kasih untuk semua yang mendukung BOOKAHOLIC FUND. Untuk teman-teman yang dengan ikhlas menyumbangkan buku-buku untuk dilelang. Untuk semua teman-teman yang mengikuti lelang dan para pemenangnya. Untuk rekan-rekan penerbit dan penulis yang memberikan buku terbitannya untuk dilelang oleh kami.

Spesial terima kasih terbesar saya tujukan untuk mamih Anastasye yang sudah menyatukan kami dalam grup ini. Tuhan memilihmu untuk menjadi perpanjangan tangan-Nya dan menggabungkan sekumpulan manusia dengan berbagai egonya untuk menolong sesama. We love you mamih. ALWAYS LOVE YOU. Semangatmu masih merasuki kami.

————————-
Dalam rangka hari jadi Bookaholic Fund yang ke-1, kami akan mengadakan berbagai kegiatan di media sosial yang tujuannya sebagai ucapan terima kasih dan juga untuk memulai kembali usaha kami membantu sesama.

image
by @jungjawa

Akan ada LELANG SPESIAL dengan buku-buku yang bagus dan juga langka. Diadakan mulai tanggal 10 Januari 2015 s/d 16 Januari 2015.

Bukan itu saja, kami #KruBFG akan membagikan kado ulang tahun kepada follower di akun twitter masing-masing melalui kuis #1TahunBFG. Kuis dan apa hadiahnya silakan dicek di akun para #KruBFG yang menjadi hostnya. Kuis ini akan dilaksanakan mulai tanggal 3 Januari 2015 s/d 9 Januari 2015. Pastikan kalian sudah tahu jadwalnya.

IMG-20141231-WA0000

Akan ada apalagi untuk menyambut #1TahunBFG? Lahaciaaaa. Hehe.

Kalian harus cari tahu sendiri di linimasa BOOKAHOLIC FUND @bookaholicfund. Belum follow? Follow dulu ya biar tidak ketinggalan info terbaru.

Bagi yang ingin menyumbangkan buku untuk dilelang, langsung mention ke @bookaholicfund aja atau kirim surel ke bookaholicfund@gmail.com. Akan ada admin kami yang dengan senang hati membantu kalian.

Sampai jumpa nanti di #1TahunBFG!

Twitter : @bookaholicfund
Email : bookaholicfund@gmail.com
Blog : bookaholicfund.wordpress.com
Design #1TahunBFG by : @jungjawa

Di Gazebo, Pada Suatu Malam

“Aku tak mengira hal mengerikan itu terjadi padaku.” Laras berbisik pelan. Karena begitu pelannya aku hampir tak menangkap apa dikatakannya.

“Kenapa?”
Aku menoleh padanya. Mencoba memastikan apa yang Laras ucapkan. Mimik wajahnya sangat lucu.

“Aku baru saja mengalami hal yang mengerikan, Anna. Super mengerikan.” jelas Laras.
Setelah tadi ia menunjukkan wajah yang lucu, kini ia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya sambil menggoyangkan kepalanya. Rambut kuncir kudanya ikut bergoyang-goyang.

“Ya, kenapa? Kamu mengalami apa, Ras?”

“Anna, tolong berjanji padaku. Rahasiakan hal ini dari Ibu setelah aku bercerita.”

Aku mengangguk.

Rahasiakan hal ini dari Ibu. Ibu yang dia maksud pastilah Ibuku. Istri Ayahnya. Ibu tirinya. Entah apa yang terjadi padanya atau apa yang dilihatnya, tetapi hal itu pasti berhubungan dengan Ayah atau Ibu.

“Ceritakan saja padaku apa yang terjadi padamu.”

Mata bulat Laras mengerjap. Ia kemudian menoleh ke kanan dan ke kiri, lalu mencondongkan tubuhnya ke arahku. Setengah berbisik ia mengucapkan kata-kata yang membuatku seperti tersambar petir.

“Anna, maafkan Ayahku. Kemarin malam aku melihat Ayahku bersama perempuan lain,” Laras memelas, “Maaf kalau ia mungkin saja menyakiti hati Ibumu.”

“Kau melihat jelas mereka? Mungkin saja itu bukan Ayahmu.”

“Tidak, Anna. Itu memang Ayah. Aku tahu seperti apa Ayahku.”

Wajahku mendadak kaku. Antara rasa tidak percaya dan takut luar biasa. Laras memergoki Ayahnya dengan perempuan lain.
Aku penasaran apakah dia melihat siapa perempuan itu.

“Apakah kau melihat wajah perempuan yang bersama Ayah?” tanyaku hati-hati khawatir pertanyaanku akan memancing emosinya.

“Sayangnya tidak, Ann. Perempuan itu membelakangiku ketika ia bercumbu dengan Ayah di gazebo belakang.”

Laras menghentakan kakinya kesal setelah bercerita. Dan aku bernapas lega karena Laras tak mengenali siapa perempuan yang bercumbu dengan Ayahnya itu. Ya, untung saja ia tak mengenaliku.

________________

1. Prompt #66
2. 277 kata tidak termasuk judul dan keterangan

Foto Perjalanan

image

Aku selalu menyukai traveling, terutama dengannya. Waktu bisa berjalan begitu cepat dan tiba-tiba saja kau lupa segalanya. Ya, seperti perjalanan kali ini; sebuah desa kecil jauh dari Ibukota, berdua saja. Yang membuatku tak habis pikir mengapa dia memilih tempat ini, padahal sudah jelas ada larangan keras untuk tidak melakukan perjalanan tanpa guide.

“Sayang, kamera yang tadi kita pakai mana?”
Suara Attar membuyarkan lamunanku. Hanya dengan berbalut handuk aku segera menghampiri dirinya yang sedang memeriksa tas hitam yang kami gunakan untuk traveling.

“Yang itu, bukan yang hitam.”
Aku menunjuk tas berwarna merah satu-satunya yang berada di pojok kamar. Attar menoleh ke arah yang aku tunjuk dan beranjak ke sana. Tanpa bertanya lagi ia kemudian mencari kamera itu.

“Got it! Thanks, honey.”

“Ada lagi yang kamu perlukan?”

Ia tersenyum dan menggelengkan kepala.

“Kinan…”
Belum juga aku meninggalkan kamar, Attar sudah memanggilku kembali.

“Ada apa?”

“Aku suka foto ini, tapi ada yang aneh.”

Attar menyodorkan kamera yang dipegangnya ke depanku. Kulirik sekilas foto itu. Tak ada yang aneh bahkan hasil fotonya cenderung lebih bagus dari yang pernah kami ambil.

“Apa yang aneh?”

“Ini!” Attar menunjuk-nunjuk foto itu. “Lihat, perhatikan. Siapa yang memotret kita, kita kan cuma berdua?”

Kuraih kamera yang ada di tangan Attar dan melihatnya baik-baik. Di dalam foto itu tampak kami duduk di dalam mobil yang atapnya terbuka membelakangi kamera. Sebentar, membelakangi kamera? Bagaimana bisa kami membelakangi kamera jika pada foto itu kamera yang kami miliki ada di pangkuanku.

Aku memandang Attar dengan bingung. Attar pun tak kalah bingung. Ia mengernyit, kulit di antara dua alisnya mengerut.

“Lalu siapa yang memotret kita di foto ini?”

___________________

1. Prompt #71
2. 263 kata tidak termasuk judul dan keterangan

Sundae Morning

image

“Sepagi ini?”

“Enak?”
Retha mengerjapkan matanya menunggu jawaban. Chocolate Sundae tersaji di atas meja pantry.

“Enak.”

Senyum Retha mengembang ketika es krim itu disendok berulang kali oleh Danu dan kian berkurang isinya.

“Aku menggunakan cokelat eropa oleh-oleh dari istrimu,” ucap Retha.

“Kapan kamu bertemu Atisha?” tanya Danu.

Retha tersenyum lebar. Meneguk minuman dari gelasnya. “Dua hari yang lalu.”

Mereka bertukar pandang. Wajah Danu berubah pias. Selama beberapa detik suasana menjadi senyap walau suara musik mengalun lembut dalam apartemen Retha.

“Kalian membicarakan aku?”

Retha bangkit dari duduknya dan berjalan ke sofa warna abu. “Pasti.” jawab Retha.

“Atisha tak perlu tahu tentang kita.”

Danu menuangkan teh ke dalam cangkir dan menyesapnya perlahan. Ia menyusul Retha duduk di sofa warna abu itu. Memeluknya dari belakang dan menyandarkan wajahnya di samping wajah Retha.

Retha beringsut keluar dari pelukan Danu dengan mudah dan berdiri di depan Danu yang jatuh tertidur di atas sofa. Wajah Danu kini benar-benar pucat. “Apa yang kau lakukan, Retha?” tanyanya terbata.

“Aku hanya mencampur bubuk yang diberikan Atisha.” jelas Retha.

“Ambilkan aku minum… ” Danu memelas.

“Biarkan saja, Sayang.”
Suara itu setajam dan sedingin es. Danu masih bisa melihat Atisha dari sudut matanya, si pemilik suara yang sedang mencium mesra Retha.

_______________________

1. Prompt #59
2. ±200 kata tidak termasuk judul dan keterangan